Bali dikenal sebagai Pulau Dewata (island God/island Paradise) merupakan salah satu tempat wisata terbaik di Indonesia bahkan dunia. Kuta, Sanur, Nusa Dua, Bedugul, Ubud, Sukawati, Lovina, dan lain lain merupakan tempat wisata yang terkenal di Bali.
Bali adalah sebuah pulau di Indonesia, sekaligus menjadi salah satu provinsi Indonesia. Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibukota provinsinya ialah Denpasar, yang terletak di bagian selatan pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia.
Sejarah Bali
Penghuni pertama pulau Bali diperkirakan datang pada 3000-2500 SM yang bermigrasi dari Asia. Peninggalan peralatan batu dari masa tersebut ditemukan di desa Cekik yang terletak di bagian barat pulau. Zaman prasejarah kemudian berakhir dengan datangnya orang-orang Hindu dari India pada 100 SM.
Kebudayaan Bali kemudian mendapat pengaruh kuat kebudayaan India, yang prosesnya semakin cepat setelah abad ke-1 Masehi. Nama Balidwipa (pulau Bali) mulai ditemukan di berbagai prasasti, diantaranya Prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh Sri Kesari Warmadewa pada 913 M dan menyebutkan kata Walidwipa. Diperkirakan sekitar masa inilah sistem irigasi subak untuk penanaman padi mulai dikembangkan.
Beberapa tradisi keagamaan dan budaya juga mulai berkembang pada masa itu. Kerajaan Majapahit (1293–1500 AD) yang beragama Hindu dan berpusat di pulau Jawa, pernah mendirikan kerajaan bawahan di Bali sekitar tahun 1343 M. Saat itu hampir seluruh nusantara beragama Hindu, namun seiring datangnya Islam berdirilah kerajaan-kerajaan Islam di nusantara yang antara lain menyebabkan keruntuhan Majapahit. Banyak bangsawan, pendeta, artis, dan masyarakat Hindu lainnya yang ketika itu menyingkir dari Pulau Jawa ke Bali.
Orang Eropa yang pertama kali menemukan Bali ialah Cornelis de Houtman dari Belanda pada 1597, meskipun sebuah kapal Portugis sebelumnya pernah terdampar dekat tanjung Bukit, Jimbaran, pada 1585. Belanda lewat VOC pun mulai melaksanakan penjajahannya di tanah Bali, akan tetapi terus mendapat perlawanan sehingga sampai akhir kekuasaannya posisi mereka di Bali tidaklah sekokoh posisi mereka di Jawa atau Maluku. Bermula dari wilayah utara Bali, semenjak 1840-an kehadiran Belanda telah menjadi permanen, yang awalnya dilakukan dengan mengadu-domba berbagai penguasa Bali yang saling tidak mempercayai satu sama lain.
Belanda melakukan serangan besar lewat laut dan darat terhadap daerah Sanur, dan disusul dengan daerah Denpasar. Pihak Bali yang kalah dalam jumlah maupun persenjataan tidak ingin mengalami malu karena menyerah, sehingga menyebabkan terjadinya perang sampai mati atau puputan, yang melibatkan seluruh rakyat baik pria maupun wanita termasuk rajanya.
Diperkirakan sebanyak 4.000 orang tewas dalam peristiwa tersebut, meskipun Belanda telah memerintahkan mereka untuk menyerah. Selanjutnya, para gubernur Belanda yang memerintah hanya sedikit saja memberikan pengaruhnya di pulau ini, sehingga pengendalian lokal terhadap agama dan budaya umumnya tidak berubah.
Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II, dan saat itu seorang perwira militer bernama I Gusti Ngurah Rai membentuk pasukan Bali ‘pejuang kemerdekaan’. Menyusul menyerahnya Jepang di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda segera kembali ke Indonesia (termasuk Bali) untuk menegakkan kembali pemerintahan kolonialnya layaknya keadaan sebelum perang. Hal ini ditentang oleh pasukan perlawanan Bali yang saat itu menggunakan senjata Jepang.
Pada 20 November 1940, pecahlah pertempuran Puputan Margarana yang terjadi di desa Marga, Kabupaten Tabanan, Bali tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai, yang berusia 29 tahun, memimpin tentaranya dari wilayah timur Bali untuk melakukan serangan sampai mati pada pasukan Belanda yang bersenjata lengkap. Seluruh anggota batalion Bali tersebut tewas semuanya, dan menjadikannya sebagai perlawanan militer Bali yang terakhir.
Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah bagian dari Negara Indonesia Timur yang baru diproklamasikan, yaitu sebagai salah satu negara saingan bagi Republik Indonesia yang diproklamasikan dan dikepalai oleh Sukarno dan Hatta.
Bali kemudian juga dimasukkan ke dalam Republik Indonesia Serikat ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949. Tahun 1950, secara resmi Bali meninggalkan perserikatannya dengan Belanda dan secara hukum menjadi sebuah propinsi dari Republik Indonesia.
Letusan Gunung Agung yang terjadi di tahun 1963, sempat mengguncangkan perekonomian rakyat dan menyebabkan banyak penduduk Bali bertransmigrasi ke berbagai wilayah lain di Indonesia.
Tahun 1965, seiring dengan gagalnya kudeta oleh G30S terhadap pemerintah nasional di Jakarta, di Bali dan banyak daerah lainnya terjadilah penumpasan terhadap anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia. Di Bali, diperkirakan lebih dari 100.000 orang terbunuh atau hilang. Meskipun demikian, kejadian-kejadian di masa awal Orde Baru tersebut sampai dengan saat ini belum berhasil diungkapkan secara hukum.
Serangan teroris telah terjadi pada 12 Oktober 2002, berupa serangan Bom Bali 2002 di kawasan pariwisata Pantai Kuta, menyebabkan sebanyak 202 orang tewas dan 209 orang lainnya cedera. Serangan Bom Bali 2005 juga terjadi tiga tahun kemudian di Kuta dan pantai Jimbaran. Kejadian-kejadian tersebut mendapat liputan internasional yang luas karena sebagian besar korbannya adalah wisatawan asing, dan menyebabkan industri pariwisata Bali menghadapi tantangan berat beberapa tahun terakhir ini.
Peta Geografis
Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang 153 km dan selebar 112 km sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa. Secara astronomis, Bali terletak di 8°25?23? Lintang Selatan dan 115°14?55? Lintang Timur yang mebuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain.
Gunung Agung adalah titik tertinggi di Bali setinggi 3.148 m. Gunung berapi ini terakhir meletus pada Maret 1963. Gunung Batur juga salah satu gunung yang ada di Bali. Sekitar 30.000 tahun yang lalu, Gunung Batur meletus dan menghasilkan bencana yang dahsyat di bumi. Berbeda dengan di bagian utara, bagian selatan Bali adalah dataran rendah yang dialiri sungai-sungai.
Berdasarkan relief dan topografi, di tengah-tengah Pulau Bali terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur dan diantara pegunungan tersebut terdapat gugusan gunung berapi yaitu Gunung Batur dan Gunung Agung serta gunung yang tidak berapi yaitu Gunung Merbuk, Gunung Patas, dan Gunung Seraya.
Adanya pegunungan tersebut menyebabkan Daerah Bali secara Geografis terbagi menjadi 2 (dua) bagian yang tidak sama yaitu Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit dan kurang landai, dan Bali Selatan dengan dataran rendah yang luas dan landai. Kemiringan lahan Pulau Bali terdiri dari lahan datar (0-2%) seluas 122.652 ha, lahan bergelombang (2-15%) seluas 118.339 ha, lahan curam (15-40%) seluas 190.486 ha, dan lahan sangat curam (>40%) seluas 132.189 ha. Provinsi Bali memiliki 4 (empat) buah danau yang berlokasi di daerah pegunungan yaitu : Danau Beratan, Buyan, Tamblingan dan Danau Batur.
Ibu kota Bali adalah Denpasar. Tempat-tempat penting lainnya adalah Ubud sebagai pusat seni terletak di Kabupaten Gianyar; sedangkan Kuta, Sanur, Seminyak, Jimbaran dan Nusa Dua adalah beberapa tempat yang menjadi tujuan pariwisata, baik wisata pantai maupun tempat peristirahatan.
Luas wilayah Provinsi Bali adalah 5.636,66 km2 atau 0,29% luas wilayah Republik Indonesia. Secara administratif Provinsi Bali terbagi atas 9 kabupaten/kota, 55 kecamatan dan 701 desa/kelurahan.
Penduduk Bali
Penduduk Bali kira-kira sejumlah 4 juta jiwa, dengan mayoritas 92,3% menganut agama Hindu. Agama lainnya adalah Islam, Protestan, Katolik, dan Buddha.
Selain dari sektor pariwisata, penduduk Bali juga hidup dari pertanian dan perikanan. Sebagian juga memilih menjadi seniman. Bahasa yang digunakan di Bali adalah Bahasa Indonesia, Bali, dan Inggris khususnya bagi yang bekerja di sektor pariwisata.
Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling luas pemakaiannya di Bali, dan sebagaimana penduduk Indonesia lainnya, sebagian besar masyarakat Bali adalah bilingual atau bahkan trilingual. Meskipun terdapat beberapa dialek dalam bahasa Bali, umumnya masyarakat Bali menggunakan sebentuk bahasa Bali pergaulan sebagai pilihan dalam berkomunikasi. Secara tradisi, penggunaan berbagai dialek bahasa Bali ditentukan berdasarkan sistem catur warna dalam agama Hindu Dharma; meskipun pelaksanaan tradisi tersebut cenderung berkurang.
Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga (dan bahasa asing utama) bagi banyak masyarakat Bali, yang dipengaruhi oleh kebutuhan yang besar dari industri pariwisata. Para karyawan yang bekerja pada pusat-pusat informasi wisatawan di Bali, seringkali juga memahami beberapa bahasa asing dengan kompetensi yang cukup memadai.
Sumber (wikipedia)
Muhammad Noor Ahsin
Minggu, 14 Juni 2009
Keindahan Pulau Bali
Pulau Bali dikenal sebagai Pulau Dewata (island God/island Paradise) merupakan salah satu tempat wisata terbaik di Indonesia bahkan dunia. Kuta, Sanur, Nusa Dua, Bedugul, Ubud, Sukawati, Lovina, dan lain lain merupakan tempat wisata yang terkenal di Bali.
Bali adalah sebuah pulau di Indonesia, sekaligus menjadi salah satu provinsi Indonesia. Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibukota provinsinya ialah Denpasar, yang terletak di bagian selatan pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia.
Sejarah Bali
Penghuni pertama pulau Bali diperkirakan datang pada 3000-2500 SM yang bermigrasi dari Asia. Peninggalan peralatan batu dari masa tersebut ditemukan di desa Cekik yang terletak di bagian barat pulau. Zaman prasejarah kemudian berakhir dengan datangnya orang-orang Hindu dari India pada 100 SM.
Kebudayaan Bali kemudian mendapat pengaruh kuat kebudayaan India, yang prosesnya semakin cepat setelah abad ke-1 Masehi. Nama Balidwipa (pulau Bali) mulai ditemukan di berbagai prasasti, diantaranya Prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh Sri Kesari Warmadewa pada 913 M dan menyebutkan kata Walidwipa. Diperkirakan sekitar masa inilah sistem irigasi subak untuk penanaman padi mulai dikembangkan.
Beberapa tradisi keagamaan dan budaya juga mulai berkembang pada masa itu. Kerajaan Majapahit (1293–1500 AD) yang beragama Hindu dan berpusat di pulau Jawa, pernah mendirikan kerajaan bawahan di Bali sekitar tahun 1343 M. Saat itu hampir seluruh nusantara beragama Hindu, namun seiring datangnya Islam berdirilah kerajaan-kerajaan Islam di nusantara yang antara lain menyebabkan keruntuhan Majapahit. Banyak bangsawan, pendeta, artis, dan masyarakat Hindu lainnya yang ketika itu menyingkir dari Pulau Jawa ke Bali.
Orang Eropa yang pertama kali menemukan Bali ialah Cornelis de Houtman dari Belanda pada 1597, meskipun sebuah kapal Portugis sebelumnya pernah terdampar dekat tanjung Bukit, Jimbaran, pada 1585. Belanda lewat VOC pun mulai melaksanakan penjajahannya di tanah Bali, akan tetapi terus mendapat perlawanan sehingga sampai akhir kekuasaannya posisi mereka di Bali tidaklah sekokoh posisi mereka di Jawa atau Maluku. Bermula dari wilayah utara Bali, semenjak 1840-an kehadiran Belanda telah menjadi permanen, yang awalnya dilakukan dengan mengadu-domba berbagai penguasa Bali yang saling tidak mempercayai satu sama lain.
Belanda melakukan serangan besar lewat laut dan darat terhadap daerah Sanur, dan disusul dengan daerah Denpasar. Pihak Bali yang kalah dalam jumlah maupun persenjataan tidak ingin mengalami malu karena menyerah, sehingga menyebabkan terjadinya perang sampai mati atau puputan, yang melibatkan seluruh rakyat baik pria maupun wanita termasuk rajanya.
Diperkirakan sebanyak 4.000 orang tewas dalam peristiwa tersebut, meskipun Belanda telah memerintahkan mereka untuk menyerah. Selanjutnya, para gubernur Belanda yang memerintah hanya sedikit saja memberikan pengaruhnya di pulau ini, sehingga pengendalian lokal terhadap agama dan budaya umumnya tidak berubah.
Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II, dan saat itu seorang perwira militer bernama I Gusti Ngurah Rai membentuk pasukan Bali ‘pejuang kemerdekaan’. Menyusul menyerahnya Jepang di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda segera kembali ke Indonesia (termasuk Bali) untuk menegakkan kembali pemerintahan kolonialnya layaknya keadaan sebelum perang. Hal ini ditentang oleh pasukan perlawanan Bali yang saat itu menggunakan senjata Jepang.
Pada 20 November 1940, pecahlah pertempuran Puputan Margarana yang terjadi di desa Marga, Kabupaten Tabanan, Bali tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai, yang berusia 29 tahun, memimpin tentaranya dari wilayah timur Bali untuk melakukan serangan sampai mati pada pasukan Belanda yang bersenjata lengkap. Seluruh anggota batalion Bali tersebut tewas semuanya, dan menjadikannya sebagai perlawanan militer Bali yang terakhir.
Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah bagian dari Negara Indonesia Timur yang baru diproklamasikan, yaitu sebagai salah satu negara saingan bagi Republik Indonesia yang diproklamasikan dan dikepalai oleh Sukarno dan Hatta.
Bali kemudian juga dimasukkan ke dalam Republik Indonesia Serikat ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949. Tahun 1950, secara resmi Bali meninggalkan perserikatannya dengan Belanda dan secara hukum menjadi sebuah propinsi dari Republik Indonesia.
Letusan Gunung Agung yang terjadi di tahun 1963, sempat mengguncangkan perekonomian rakyat dan menyebabkan banyak penduduk Bali bertransmigrasi ke berbagai wilayah lain di Indonesia.
Tahun 1965, seiring dengan gagalnya kudeta oleh G30S terhadap pemerintah nasional di Jakarta, di Bali dan banyak daerah lainnya terjadilah penumpasan terhadap anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia. Di Bali, diperkirakan lebih dari 100.000 orang terbunuh atau hilang. Meskipun demikian, kejadian-kejadian di masa awal Orde Baru tersebut sampai dengan saat ini belum berhasil diungkapkan secara hukum.
Serangan teroris telah terjadi pada 12 Oktober 2002, berupa serangan Bom Bali 2002 di kawasan pariwisata Pantai Kuta, menyebabkan sebanyak 202 orang tewas dan 209 orang lainnya cedera. Serangan Bom Bali 2005 juga terjadi tiga tahun kemudian di Kuta dan pantai Jimbaran. Kejadian-kejadian tersebut mendapat liputan internasional yang luas karena sebagian besar korbannya adalah wisatawan asing, dan menyebabkan industri pariwisata Bali menghadapi tantangan berat beberapa tahun terakhir ini.
Peta Geografis
Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang 153 km dan selebar 112 km sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa. Secara astronomis, Bali terletak di 8°25?23? Lintang Selatan dan 115°14?55? Lintang Timur yang mebuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain.
Gunung Agung adalah titik tertinggi di Bali setinggi 3.148 m. Gunung berapi ini terakhir meletus pada Maret 1963. Gunung Batur juga salah satu gunung yang ada di Bali. Sekitar 30.000 tahun yang lalu, Gunung Batur meletus dan menghasilkan bencana yang dahsyat di bumi. Berbeda dengan di bagian utara, bagian selatan Bali adalah dataran rendah yang dialiri sungai-sungai.
Berdasarkan relief dan topografi, di tengah-tengah Pulau Bali terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur dan diantara pegunungan tersebut terdapat gugusan gunung berapi yaitu Gunung Batur dan Gunung Agung serta gunung yang tidak berapi yaitu Gunung Merbuk, Gunung Patas, dan Gunung Seraya.
Adanya pegunungan tersebut menyebabkan Daerah Bali secara Geografis terbagi menjadi 2 (dua) bagian yang tidak sama yaitu Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit dan kurang landai, dan Bali Selatan dengan dataran rendah yang luas dan landai. Kemiringan lahan Pulau Bali terdiri dari lahan datar (0-2%) seluas 122.652 ha, lahan bergelombang (2-15%) seluas 118.339 ha, lahan curam (15-40%) seluas 190.486 ha, dan lahan sangat curam (>40%) seluas 132.189 ha. Provinsi Bali memiliki 4 (empat) buah danau yang berlokasi di daerah pegunungan yaitu : Danau Beratan, Buyan, Tamblingan dan Danau Batur.
Ibu kota Bali adalah Denpasar. Tempat-tempat penting lainnya adalah Ubud sebagai pusat seni terletak di Kabupaten Gianyar; sedangkan Kuta, Sanur, Seminyak, Jimbaran dan Nusa Dua adalah beberapa tempat yang menjadi tujuan pariwisata, baik wisata pantai maupun tempat peristirahatan.
Luas wilayah Provinsi Bali adalah 5.636,66 km2 atau 0,29% luas wilayah Republik Indonesia. Secara administratif Provinsi Bali terbagi atas 9 kabupaten/kota, 55 kecamatan dan 701 desa/kelurahan.
Penduduk Bali
Penduduk Bali kira-kira sejumlah 4 juta jiwa, dengan mayoritas 92,3% menganut agama Hindu. Agama lainnya adalah Islam, Protestan, Katolik, dan Buddha.
Selain dari sektor pariwisata, penduduk Bali juga hidup dari pertanian dan perikanan. Sebagian juga memilih menjadi seniman. Bahasa yang digunakan di Bali adalah Bahasa Indonesia, Bali, dan Inggris khususnya bagi yang bekerja di sektor pariwisata.
Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling luas pemakaiannya di Bali, dan sebagaimana penduduk Indonesia lainnya, sebagian besar masyarakat Bali adalah bilingual atau bahkan trilingual. Meskipun terdapat beberapa dialek dalam bahasa Bali, umumnya masyarakat Bali menggunakan sebentuk bahasa Bali pergaulan sebagai pilihan dalam berkomunikasi. Secara tradisi, penggunaan berbagai dialek bahasa Bali ditentukan berdasarkan sistem catur warna dalam agama Hindu Dharma; meskipun pelaksanaan tradisi tersebut cenderung berkurang.
Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga (dan bahasa asing utama) bagi banyak masyarakat Bali, yang dipengaruhi oleh kebutuhan yang besar dari industri pariwisata. Para karyawan yang bekerja pada pusat-pusat informasi wisatawan di Bali, seringkali juga memahami beberapa bahasa asing dengan kompetensi yang cukup memadai.
Sumber (wikipedia)
Muhammad Noor Ahsin
Bali adalah sebuah pulau di Indonesia, sekaligus menjadi salah satu provinsi Indonesia. Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibukota provinsinya ialah Denpasar, yang terletak di bagian selatan pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia.
Sejarah Bali
Penghuni pertama pulau Bali diperkirakan datang pada 3000-2500 SM yang bermigrasi dari Asia. Peninggalan peralatan batu dari masa tersebut ditemukan di desa Cekik yang terletak di bagian barat pulau. Zaman prasejarah kemudian berakhir dengan datangnya orang-orang Hindu dari India pada 100 SM.
Kebudayaan Bali kemudian mendapat pengaruh kuat kebudayaan India, yang prosesnya semakin cepat setelah abad ke-1 Masehi. Nama Balidwipa (pulau Bali) mulai ditemukan di berbagai prasasti, diantaranya Prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh Sri Kesari Warmadewa pada 913 M dan menyebutkan kata Walidwipa. Diperkirakan sekitar masa inilah sistem irigasi subak untuk penanaman padi mulai dikembangkan.
Beberapa tradisi keagamaan dan budaya juga mulai berkembang pada masa itu. Kerajaan Majapahit (1293–1500 AD) yang beragama Hindu dan berpusat di pulau Jawa, pernah mendirikan kerajaan bawahan di Bali sekitar tahun 1343 M. Saat itu hampir seluruh nusantara beragama Hindu, namun seiring datangnya Islam berdirilah kerajaan-kerajaan Islam di nusantara yang antara lain menyebabkan keruntuhan Majapahit. Banyak bangsawan, pendeta, artis, dan masyarakat Hindu lainnya yang ketika itu menyingkir dari Pulau Jawa ke Bali.
Orang Eropa yang pertama kali menemukan Bali ialah Cornelis de Houtman dari Belanda pada 1597, meskipun sebuah kapal Portugis sebelumnya pernah terdampar dekat tanjung Bukit, Jimbaran, pada 1585. Belanda lewat VOC pun mulai melaksanakan penjajahannya di tanah Bali, akan tetapi terus mendapat perlawanan sehingga sampai akhir kekuasaannya posisi mereka di Bali tidaklah sekokoh posisi mereka di Jawa atau Maluku. Bermula dari wilayah utara Bali, semenjak 1840-an kehadiran Belanda telah menjadi permanen, yang awalnya dilakukan dengan mengadu-domba berbagai penguasa Bali yang saling tidak mempercayai satu sama lain.
Belanda melakukan serangan besar lewat laut dan darat terhadap daerah Sanur, dan disusul dengan daerah Denpasar. Pihak Bali yang kalah dalam jumlah maupun persenjataan tidak ingin mengalami malu karena menyerah, sehingga menyebabkan terjadinya perang sampai mati atau puputan, yang melibatkan seluruh rakyat baik pria maupun wanita termasuk rajanya.
Diperkirakan sebanyak 4.000 orang tewas dalam peristiwa tersebut, meskipun Belanda telah memerintahkan mereka untuk menyerah. Selanjutnya, para gubernur Belanda yang memerintah hanya sedikit saja memberikan pengaruhnya di pulau ini, sehingga pengendalian lokal terhadap agama dan budaya umumnya tidak berubah.
Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II, dan saat itu seorang perwira militer bernama I Gusti Ngurah Rai membentuk pasukan Bali ‘pejuang kemerdekaan’. Menyusul menyerahnya Jepang di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda segera kembali ke Indonesia (termasuk Bali) untuk menegakkan kembali pemerintahan kolonialnya layaknya keadaan sebelum perang. Hal ini ditentang oleh pasukan perlawanan Bali yang saat itu menggunakan senjata Jepang.
Pada 20 November 1940, pecahlah pertempuran Puputan Margarana yang terjadi di desa Marga, Kabupaten Tabanan, Bali tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai, yang berusia 29 tahun, memimpin tentaranya dari wilayah timur Bali untuk melakukan serangan sampai mati pada pasukan Belanda yang bersenjata lengkap. Seluruh anggota batalion Bali tersebut tewas semuanya, dan menjadikannya sebagai perlawanan militer Bali yang terakhir.
Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah bagian dari Negara Indonesia Timur yang baru diproklamasikan, yaitu sebagai salah satu negara saingan bagi Republik Indonesia yang diproklamasikan dan dikepalai oleh Sukarno dan Hatta.
Bali kemudian juga dimasukkan ke dalam Republik Indonesia Serikat ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949. Tahun 1950, secara resmi Bali meninggalkan perserikatannya dengan Belanda dan secara hukum menjadi sebuah propinsi dari Republik Indonesia.
Letusan Gunung Agung yang terjadi di tahun 1963, sempat mengguncangkan perekonomian rakyat dan menyebabkan banyak penduduk Bali bertransmigrasi ke berbagai wilayah lain di Indonesia.
Tahun 1965, seiring dengan gagalnya kudeta oleh G30S terhadap pemerintah nasional di Jakarta, di Bali dan banyak daerah lainnya terjadilah penumpasan terhadap anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia. Di Bali, diperkirakan lebih dari 100.000 orang terbunuh atau hilang. Meskipun demikian, kejadian-kejadian di masa awal Orde Baru tersebut sampai dengan saat ini belum berhasil diungkapkan secara hukum.
Serangan teroris telah terjadi pada 12 Oktober 2002, berupa serangan Bom Bali 2002 di kawasan pariwisata Pantai Kuta, menyebabkan sebanyak 202 orang tewas dan 209 orang lainnya cedera. Serangan Bom Bali 2005 juga terjadi tiga tahun kemudian di Kuta dan pantai Jimbaran. Kejadian-kejadian tersebut mendapat liputan internasional yang luas karena sebagian besar korbannya adalah wisatawan asing, dan menyebabkan industri pariwisata Bali menghadapi tantangan berat beberapa tahun terakhir ini.
Peta Geografis
Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang 153 km dan selebar 112 km sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa. Secara astronomis, Bali terletak di 8°25?23? Lintang Selatan dan 115°14?55? Lintang Timur yang mebuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain.
Gunung Agung adalah titik tertinggi di Bali setinggi 3.148 m. Gunung berapi ini terakhir meletus pada Maret 1963. Gunung Batur juga salah satu gunung yang ada di Bali. Sekitar 30.000 tahun yang lalu, Gunung Batur meletus dan menghasilkan bencana yang dahsyat di bumi. Berbeda dengan di bagian utara, bagian selatan Bali adalah dataran rendah yang dialiri sungai-sungai.
Berdasarkan relief dan topografi, di tengah-tengah Pulau Bali terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur dan diantara pegunungan tersebut terdapat gugusan gunung berapi yaitu Gunung Batur dan Gunung Agung serta gunung yang tidak berapi yaitu Gunung Merbuk, Gunung Patas, dan Gunung Seraya.
Adanya pegunungan tersebut menyebabkan Daerah Bali secara Geografis terbagi menjadi 2 (dua) bagian yang tidak sama yaitu Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit dan kurang landai, dan Bali Selatan dengan dataran rendah yang luas dan landai. Kemiringan lahan Pulau Bali terdiri dari lahan datar (0-2%) seluas 122.652 ha, lahan bergelombang (2-15%) seluas 118.339 ha, lahan curam (15-40%) seluas 190.486 ha, dan lahan sangat curam (>40%) seluas 132.189 ha. Provinsi Bali memiliki 4 (empat) buah danau yang berlokasi di daerah pegunungan yaitu : Danau Beratan, Buyan, Tamblingan dan Danau Batur.
Ibu kota Bali adalah Denpasar. Tempat-tempat penting lainnya adalah Ubud sebagai pusat seni terletak di Kabupaten Gianyar; sedangkan Kuta, Sanur, Seminyak, Jimbaran dan Nusa Dua adalah beberapa tempat yang menjadi tujuan pariwisata, baik wisata pantai maupun tempat peristirahatan.
Luas wilayah Provinsi Bali adalah 5.636,66 km2 atau 0,29% luas wilayah Republik Indonesia. Secara administratif Provinsi Bali terbagi atas 9 kabupaten/kota, 55 kecamatan dan 701 desa/kelurahan.
Penduduk Bali
Penduduk Bali kira-kira sejumlah 4 juta jiwa, dengan mayoritas 92,3% menganut agama Hindu. Agama lainnya adalah Islam, Protestan, Katolik, dan Buddha.
Selain dari sektor pariwisata, penduduk Bali juga hidup dari pertanian dan perikanan. Sebagian juga memilih menjadi seniman. Bahasa yang digunakan di Bali adalah Bahasa Indonesia, Bali, dan Inggris khususnya bagi yang bekerja di sektor pariwisata.
Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling luas pemakaiannya di Bali, dan sebagaimana penduduk Indonesia lainnya, sebagian besar masyarakat Bali adalah bilingual atau bahkan trilingual. Meskipun terdapat beberapa dialek dalam bahasa Bali, umumnya masyarakat Bali menggunakan sebentuk bahasa Bali pergaulan sebagai pilihan dalam berkomunikasi. Secara tradisi, penggunaan berbagai dialek bahasa Bali ditentukan berdasarkan sistem catur warna dalam agama Hindu Dharma; meskipun pelaksanaan tradisi tersebut cenderung berkurang.
Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga (dan bahasa asing utama) bagi banyak masyarakat Bali, yang dipengaruhi oleh kebutuhan yang besar dari industri pariwisata. Para karyawan yang bekerja pada pusat-pusat informasi wisatawan di Bali, seringkali juga memahami beberapa bahasa asing dengan kompetensi yang cukup memadai.
Sumber (wikipedia)
Muhammad Noor Ahsin
Sabtu, 06 Juni 2009
Situs Purbakala Sangiran
Untuk dapat masuk ke sana, setiap orang hanya dikenakan biaya tiket Rp
1.500. Tetapi jika dibandingkan dengan hasil yang akan diperoleh, biaya
tiket yang dikeluarkan tidak akan ada artinya. Karena, di museum itu
pengunjung bisa melihat dari dekat 13.086 koleksi fosil manusia purba,
binatang yang hidup pada masa itu, hingga peralatan yang digunakannya.
KALIJAMBE, SRAGEN
– Kawasan situs Sangiran merupakan salah satu objek wisata ilmiah yang
sangat menarik untuk dikunjungi. Ada potensi pariwisata yang tersimpan
di sini. Sayangnya, penilaian itu tidak mampu menarik minat wisatawan,
baik lokal maupun asing.
Pada 2002 hanya 25.000 orang yang
tercatat datang ke Sangiran. Jumlah itu didominasi pelajar dan
mahasiswa. Lebih miris lagi, angka tersebut menunjukkan jumlah turis
kian menurun dari tahun ke tahun. Beberapa tahun sebelumnya, situs
prasejarah ini sempat menjadi primadona pariwisata khususnya bagi
Kabupaten Sragen. Kala itu, pengunjung Situs Sangiran pernah mencapai
100.000 orang. Sejak krisis multidemensi, jumlah pengunjung pun terus
berkurang.
Sangiran adalah daerah pedalaman yang terletak di lereng
kaki Gunung Lawu, sekitar 17 km ke arah utara dari kota Solo. Secara
administratif terletak di Kabupaten Sragen, dan sebagian terletak di
Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.
Luas wilayah situs yang
sudah mendapat pengakuan internasional ini, kurang lebih 56 km2 yang
mencakup tiga kecamatan di Kabupaten Sragen, yaitu Kecamatan Kalijambe,
Gemolong dan Plupuh serta Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.
Di
kawasan ini, Anda bisa menemukan banyak informasi soal sisa-sisa
kehidupan masa lampau. Selain itu, terdapat informasi lengkap tentang
sejarah kehidupan manusia purba dengan segala hal yang ada di
sekelilingnya. Dari soal tempat hidup, pola kehidupannya, satwa yang
hidup bersamanya sampai proses terjadinya bentang alam dalam kurun
waktu tidak kurang dari 2 juta tahun yang lalu.
”Secara stratigrafis
situs ini merupakan situs manusia purba berdiri tegak terlengkap di
Asia yang kehidupannya dapat dilihat secara berurutan dan tanpa
terputus sejak 2 juta tahun yang lalu hingga 200.000 tahun yang lalu
yaitu sejak Kala Pliosen Akhir hingga akhir Pleistosen Tengah,” papar
Elfrida Anjarwati, salah seorang arkeolog Museum Sangiran, kepada SH,
Sabtu (27/9) siang, di sela press tour bersama Menteri Kebudayaan dan
Pariwisata, I Gede Ardhika.
Dia menjelaskan, berdasarkan penelitian
Sangiran awalnya adalah sebuah bukit yang dikenal dengan sebutan ”Kubah
Sangiran”. Kubah itu kemudian tererosi pada bagian puncaknya sehingga
membentuk sebuah depresi. Pada depresi itulah, tersingkap
lapisan-lapisan tanah secara alamiah.. Dari sinilah para ahli
mendapatkan informasi yang sangat lengkap tentang kehidupan masa lampau
Pada
1977 Sangiran dan sekitarnya ditetapkan sebagai daerah cagar budaya.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.
070/0/1977, tanggal 5 Maret 1977. Selanjutnya keputusan itu dikuatkan
oleh Komite World Heritage UNESCO pada peringatannya yang ke-20 di
Merida, Mexico juga menetapkan kawasan Sangiran sebagai kawasan World
Heritage (warisan dunia) No. 593.
Sayang, selain situs bersejarah,
Sangiran nyaris tak punya aspek lain yang diandalkan untuk menarik
pengunjung. Apabila Anda datang ke Sangiran, jangan berharap untuk
mendapatkan suasana lingkungan yang indah dan tertata rapi. Harapan itu
sebaiknya dibuang jauh-jauh. Karena, memasuki daerah Sangiran berarti
memasuki daerah terbuka yang tandus dan kering (terlebih jika datang
pada musim kemarau). Kehidupan Sangiran didominasi kegiatan penduduknya
membuat handicraft dari batu. Hasil keterampilan mereka berupa kapak
dari batu yang menjadi bawaan manusia prasejarah dulu.
Solusi
Kawasan
Sangiran merupakan salah satu objek wisata ilmiah yang kini tengah
dikembangkan oleh Pemda Sragen. Bupati Sragen H. Untung Wiyono,
menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengucurkan dana miliaran rupiah untuk
menjadikan Situs Sangiran menjadi salah satu objek wisata andalan yang
siap dilempar ke pasaran.
Untuk mewujudkan hal itu, kata Untung
Wiyono, ada beberapa langkah yang sudah dilakukan. Pertama dengan
membenahi jalan masuk ke kawasan Sangiran, mendirikan menara pemantau
berlantai tiga yang di atasnya dilengkapi dengan teleskop untuk melihat
Kubah Sangiran. Tidak hanya itu, di lantai dasar juga tersedia home
teater. Wisatawan yang datang akan disuguhi film terbaru tentang
sejarah Sangiran dan manusia prasejarah pertama yang sudah berdiri
tegak dengan durasi 20 menit.
Mereka yang ingin menonton film ini,
hanya ditarik biaya murah, Rp 2.000. Di depan menara pantau, kini juga
tengah dikerjakan tempat-tempat penginapan berupa home stay.
Diharapkan, pembangunan home stay plus pengaspalan jalan, serta
penataan kawasan Sangiran akan dapat memancing minat wisatawan
nusantara dan mancanegara untuk datang ke sana melihat situs prasejarah
terlengkap di Asia tersebut.
Selain itu, kata Bupati Sragen, pada
tahun anggaran 2004 hingga 2005, pihaknya juga tengah mempersiapkan
hutan prasejarah di kawasan Sangiran. Hutan yang diharapkan menjadi
hutan wisata itu akan dibangun di wilayah Pagerejo, dengan luas lahan
230 hektar, yang kini hak kepemilikannya sudah di tangan Pemda Sragen.
Di hutan prasejarah ini, Pemda Sragen ingin menciptakan suasana yang
benar-benar menggambarkan masa lalu atau paling tidak akan menyerupai
jurrasic park.
Setelah puas berkeliling dan melihat wilayah Sangiran
lewat teleskop dan film, ada baiknya untuk datang ke museum Prasejarah
Sangiran, yang terletak di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen
atau kurang lebih 3 km dari jalan Solo-Purwodadi. Jaraknya tidak jauh
dari lokasi menara pantau, kira-kira 4 km. Untuk dapat masuk ke sana,
setiap orang hanya dikenakan biaya tiket Rp 1.500. Tetapi jika
dibandingkan dengan hasil yang akan diperoleh, biaya tiket yang
dikeluarkan tidak akan ada artinya. Karena, di museum itu pengunjung
bisa melihat dari dekat 13.086 koleksi fosil manusia purba, binatang
yang hidup pada masa itu, hingga peralatan yang digunakannya.
Kepala
Museum Prasejarah Rus Mulya, koleksi yang ada tersimpan pada dua
tempat, 2.931 di antaranya di ruang display, dan 10.875 di gudang
penyimpanan. Masih menurut Rus Mulya, koleksi yang tersimpan di museum
dikategorikan dalam kelompok cetakan fosil manusia, fosil hewan
bertulang belakang (vertebrata), fosil binatang air, batuan, fosil
tumbuhan laut, dan alat-alat batu.
Bahkan, untuk lebih memopulerkan
situs prasejarah ini, Pemda Sragen, mulai tahun ajaran 2004-2005 akan
memasukkan mata pelajaran tentang Sangiran dalam kurikulum pendidikan
pelajar di seluruh Sragen. Pemda Sragen berharap, dengan pengenalan
situs ini oleh kalangan pelajar dan mahasiswa, khususnya yang tengah
menempuh pendidikan di Sragen, nama besar Sangiran tidak akan hilang
dan mudah dilupakan. Selain itu, juga diharapkan lewat pelajaran itu
para pelajar bisa menularkan apa yang diperolehnya kepada kawan,
saudara, atau kenalannya. Karena, ada pepatah yang mengatakan
sepanjang-panjangnya jalan, masih panjang leher ke atas.
file:///E:/pati%20ayam/sangiran.htm
1.500. Tetapi jika dibandingkan dengan hasil yang akan diperoleh, biaya
tiket yang dikeluarkan tidak akan ada artinya. Karena, di museum itu
pengunjung bisa melihat dari dekat 13.086 koleksi fosil manusia purba,
binatang yang hidup pada masa itu, hingga peralatan yang digunakannya.
KALIJAMBE, SRAGEN
– Kawasan situs Sangiran merupakan salah satu objek wisata ilmiah yang
sangat menarik untuk dikunjungi. Ada potensi pariwisata yang tersimpan
di sini. Sayangnya, penilaian itu tidak mampu menarik minat wisatawan,
baik lokal maupun asing.
Pada 2002 hanya 25.000 orang yang
tercatat datang ke Sangiran. Jumlah itu didominasi pelajar dan
mahasiswa. Lebih miris lagi, angka tersebut menunjukkan jumlah turis
kian menurun dari tahun ke tahun. Beberapa tahun sebelumnya, situs
prasejarah ini sempat menjadi primadona pariwisata khususnya bagi
Kabupaten Sragen. Kala itu, pengunjung Situs Sangiran pernah mencapai
100.000 orang. Sejak krisis multidemensi, jumlah pengunjung pun terus
berkurang.
Sangiran adalah daerah pedalaman yang terletak di lereng
kaki Gunung Lawu, sekitar 17 km ke arah utara dari kota Solo. Secara
administratif terletak di Kabupaten Sragen, dan sebagian terletak di
Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.
Luas wilayah situs yang
sudah mendapat pengakuan internasional ini, kurang lebih 56 km2 yang
mencakup tiga kecamatan di Kabupaten Sragen, yaitu Kecamatan Kalijambe,
Gemolong dan Plupuh serta Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.
Di
kawasan ini, Anda bisa menemukan banyak informasi soal sisa-sisa
kehidupan masa lampau. Selain itu, terdapat informasi lengkap tentang
sejarah kehidupan manusia purba dengan segala hal yang ada di
sekelilingnya. Dari soal tempat hidup, pola kehidupannya, satwa yang
hidup bersamanya sampai proses terjadinya bentang alam dalam kurun
waktu tidak kurang dari 2 juta tahun yang lalu.
”Secara stratigrafis
situs ini merupakan situs manusia purba berdiri tegak terlengkap di
Asia yang kehidupannya dapat dilihat secara berurutan dan tanpa
terputus sejak 2 juta tahun yang lalu hingga 200.000 tahun yang lalu
yaitu sejak Kala Pliosen Akhir hingga akhir Pleistosen Tengah,” papar
Elfrida Anjarwati, salah seorang arkeolog Museum Sangiran, kepada SH,
Sabtu (27/9) siang, di sela press tour bersama Menteri Kebudayaan dan
Pariwisata, I Gede Ardhika.
Dia menjelaskan, berdasarkan penelitian
Sangiran awalnya adalah sebuah bukit yang dikenal dengan sebutan ”Kubah
Sangiran”. Kubah itu kemudian tererosi pada bagian puncaknya sehingga
membentuk sebuah depresi. Pada depresi itulah, tersingkap
lapisan-lapisan tanah secara alamiah.. Dari sinilah para ahli
mendapatkan informasi yang sangat lengkap tentang kehidupan masa lampau
Pada
1977 Sangiran dan sekitarnya ditetapkan sebagai daerah cagar budaya.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.
070/0/1977, tanggal 5 Maret 1977. Selanjutnya keputusan itu dikuatkan
oleh Komite World Heritage UNESCO pada peringatannya yang ke-20 di
Merida, Mexico juga menetapkan kawasan Sangiran sebagai kawasan World
Heritage (warisan dunia) No. 593.
Sayang, selain situs bersejarah,
Sangiran nyaris tak punya aspek lain yang diandalkan untuk menarik
pengunjung. Apabila Anda datang ke Sangiran, jangan berharap untuk
mendapatkan suasana lingkungan yang indah dan tertata rapi. Harapan itu
sebaiknya dibuang jauh-jauh. Karena, memasuki daerah Sangiran berarti
memasuki daerah terbuka yang tandus dan kering (terlebih jika datang
pada musim kemarau). Kehidupan Sangiran didominasi kegiatan penduduknya
membuat handicraft dari batu. Hasil keterampilan mereka berupa kapak
dari batu yang menjadi bawaan manusia prasejarah dulu.
Solusi
Kawasan
Sangiran merupakan salah satu objek wisata ilmiah yang kini tengah
dikembangkan oleh Pemda Sragen. Bupati Sragen H. Untung Wiyono,
menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengucurkan dana miliaran rupiah untuk
menjadikan Situs Sangiran menjadi salah satu objek wisata andalan yang
siap dilempar ke pasaran.
Untuk mewujudkan hal itu, kata Untung
Wiyono, ada beberapa langkah yang sudah dilakukan. Pertama dengan
membenahi jalan masuk ke kawasan Sangiran, mendirikan menara pemantau
berlantai tiga yang di atasnya dilengkapi dengan teleskop untuk melihat
Kubah Sangiran. Tidak hanya itu, di lantai dasar juga tersedia home
teater. Wisatawan yang datang akan disuguhi film terbaru tentang
sejarah Sangiran dan manusia prasejarah pertama yang sudah berdiri
tegak dengan durasi 20 menit.
Mereka yang ingin menonton film ini,
hanya ditarik biaya murah, Rp 2.000. Di depan menara pantau, kini juga
tengah dikerjakan tempat-tempat penginapan berupa home stay.
Diharapkan, pembangunan home stay plus pengaspalan jalan, serta
penataan kawasan Sangiran akan dapat memancing minat wisatawan
nusantara dan mancanegara untuk datang ke sana melihat situs prasejarah
terlengkap di Asia tersebut.
Selain itu, kata Bupati Sragen, pada
tahun anggaran 2004 hingga 2005, pihaknya juga tengah mempersiapkan
hutan prasejarah di kawasan Sangiran. Hutan yang diharapkan menjadi
hutan wisata itu akan dibangun di wilayah Pagerejo, dengan luas lahan
230 hektar, yang kini hak kepemilikannya sudah di tangan Pemda Sragen.
Di hutan prasejarah ini, Pemda Sragen ingin menciptakan suasana yang
benar-benar menggambarkan masa lalu atau paling tidak akan menyerupai
jurrasic park.
Setelah puas berkeliling dan melihat wilayah Sangiran
lewat teleskop dan film, ada baiknya untuk datang ke museum Prasejarah
Sangiran, yang terletak di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen
atau kurang lebih 3 km dari jalan Solo-Purwodadi. Jaraknya tidak jauh
dari lokasi menara pantau, kira-kira 4 km. Untuk dapat masuk ke sana,
setiap orang hanya dikenakan biaya tiket Rp 1.500. Tetapi jika
dibandingkan dengan hasil yang akan diperoleh, biaya tiket yang
dikeluarkan tidak akan ada artinya. Karena, di museum itu pengunjung
bisa melihat dari dekat 13.086 koleksi fosil manusia purba, binatang
yang hidup pada masa itu, hingga peralatan yang digunakannya.
Kepala
Museum Prasejarah Rus Mulya, koleksi yang ada tersimpan pada dua
tempat, 2.931 di antaranya di ruang display, dan 10.875 di gudang
penyimpanan. Masih menurut Rus Mulya, koleksi yang tersimpan di museum
dikategorikan dalam kelompok cetakan fosil manusia, fosil hewan
bertulang belakang (vertebrata), fosil binatang air, batuan, fosil
tumbuhan laut, dan alat-alat batu.
Bahkan, untuk lebih memopulerkan
situs prasejarah ini, Pemda Sragen, mulai tahun ajaran 2004-2005 akan
memasukkan mata pelajaran tentang Sangiran dalam kurikulum pendidikan
pelajar di seluruh Sragen. Pemda Sragen berharap, dengan pengenalan
situs ini oleh kalangan pelajar dan mahasiswa, khususnya yang tengah
menempuh pendidikan di Sragen, nama besar Sangiran tidak akan hilang
dan mudah dilupakan. Selain itu, juga diharapkan lewat pelajaran itu
para pelajar bisa menularkan apa yang diperolehnya kepada kawan,
saudara, atau kenalannya. Karena, ada pepatah yang mengatakan
sepanjang-panjangnya jalan, masih panjang leher ke atas.
file:///E:/pati%20ayam/sangiran.htm
Festival Patiayam Kudus

1. Latar Belakang
Keberadaan Situs Patiayam menambah semaraknya Kudus, dengan ditemukannya berbagai bukti kehidupan pra sejarah berupa fosil fauna dan manusia purba lengkap dengan alat budayanya. Temuan dan pemberitaan akan fosil tersebut selain sangat bermafaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, juga diharapkan dapat meningktakan apresiasi terhadap Kudus dan masyarakat Patiayam pada khususnya.
Potensi keberadaan fosil akan semakin diminati masyarakat luas apabila didukung dengan adanya budaya masyarakat di lokasi sekitar. Karenanya perlu dilakukan upaya-upaya untuk memunculkan kembali budaya masyarakat lokal yang sesuai dan positif. Selain sebagai daya tarik bagi masyarakat umum, budaya yang nantinya tergarap juga mampu berfungsi sebagai media pemersatu masyarakat sehingga menjadi guyb (bersatu padu) untuk turut menegmbangkan potensi Pati ayam.
Berdasarkan latar belakang di atas, digagaslah sebuah kegiatan budaya dengan tajuk FESTIVAL PATIAYAM oleh beberapa komunitas kesenian di Kudus yang dalam pelaksanaannya bekerjasama dengan Paguyuban Pelestari Situs Patiayam, yang merepresentasikan masyarakat di sekitar situs Patiayam.
Sebagai sebuah kegiatan budaya, FESTIVAL PATIAYAM ini tetntunya akan mengangkat segala potensi budaya yang ada di masyarakat sekitar Patiayam, dan mempublikasikannya pada public untuk lebih mencitrakan Patiayam secara lebih lengkap, dengan didukung pula terpeliharanya budaya masyarakat untuk mendukung penegmbangan situs dan fosil Patiayam.
2. NAMA DAN RANGKAIAN KEGIATAN
Kegiatan ini bertajuk “FESTIVAL PATIAYAM” yang akan menggelar rangkaian kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1. Selamatan Sendang (mata air) dan pengambilan Air
2. Kirab bibit tanaman
3. Pagelaran Wayang Dongeng
4. Parade Puisi
5. Pentas Rebana
6. Sendra Tari Tradisional
7. Drama/Teater
8. Pemutaran Film Dokumentasi Patiayam
9. Pemutaran Film Dokumentasi Proses FESTIVAL PATIAYAM
10. Penanaman Bibit
3. PESERTA/PARTISIPAN KEGIATAN
Rangkaian kegiatan FESTIVAL PAIAYAM akan diikuti oleh anak-anak yang berasal dari desa-desa di sekitar situs Patiayam. Adapun konsep acara disusun oleh sebuah kepanitiaan yang terdiri dari pelaku kesenian di Kudus (teater, musik, rupa, tari) da unsur masyarakat lokal yang tergabung dalam wadah Paguyuban Pelestari Situs Patiayam.
Dengan mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini, diharapkan tumbuh semangat kebersamaan masyarakat dalam mendukung pengembangan situs Patiayam.
4. TUJUAN
Tujuan umum kegiatan ini adalah menghidupkan kembali aktifitas budaya masyarakat Patiayam untuk mendukung pengembangan Situs Patiayam. Hal tersebut mengingat budaya (termasuk di dalamnya seni tradisi) merupakan unsure strategis yang dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat luas.
Adapun tujuan khususnya adalah sebagai berikut :
1. Mendorong partisipasi dan kegotongroyongan masyarakat melalui media kesenian dan budaya
2. Memberikan kesadaran dan pemahaman dini terhadap anak-anak di lingkungan Patiayam tentang pentingnya memelihara nilai, tradisi lokal serta pengetahuan tentang Situs Patiayam
3. Mengenalkan dan mempromosikan Patiayam kepada public melalui media seni budaya
5. WAKTU
FESTIVAL PATIAYAM akan diselenggarakan pada :
Hari : Jumat-Minggu
Tanggal : 18-20 Juli 2008
Jam : (sesuai breakdown acara)
6. PELAKSANA
Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama pelaku kesenian di Kudus bekerjasama dengan Paguyuban Pelestari Situs Patiayam, dengan struktur dan kepanitiaan terlampir.
PANDUAN PROGRAM LOMBA KARYA TULIS INOVATIF MAHASISWA JAWA TENGAH 2009

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan tinggi merupakan lembaga yang memproduksi lulusan
yang mempunyai sikap kecendekiawanan. Sikap kecendekiawanan
tersebut meliputi sikap sebagai penemu, pemadu, penerap, serta sebagai
pengembang IPTEKS. Untuk itu, mahasiswa yang merupakan salah satu
kelompok masyarakat ilmiah harus mempunyai ciri kehidupan akademis
yang dinamis. Kedinamisan hidup mahasiswa terefleksi dalam perilaku
dan pola pikir yang kritis, kreatif, inovatif, serta produktif terhadap
fenomena kehidupan kampus dan lingkungan di sekitarnya. Perilaku dan
pola pikir tersebut diapresiasikan dalam bentuk kegiatan ilmiah, sehingga
kegiatan itu perlu untuk dibina, dikembangkan, serta dilejitkan agar
mahasiswa mempunyai potensi akademik yang unggul dan handal
sehingga mampu dan siap untuk berkompetisi di masyarakat.
Kualitas kegiatan ilmiah mahasiswa harus ditingkatan secara optimal
dan terus-menerus sehingga perlu memperoleh dukungan dari berbagai
pihak. Berdasarkan hal ini, upaya dan langkah nyata dalam bentuk
pengayaan wawasan ilmiah, kontinyuitas pembinaan budaya akademik,
peningkatan dan pengembangan yang berkelanjutan, serta komitmen
berkarya dan berprestasi ilmiah perlu disadari dan dilakukan oleh semua
pihak, khususnya mereka yang memang merasa mempunyai jiwa dan ruh
keilmuwan.
Berkaitan dengan hal tersebut, dalam rangka peningkatan kualitas
mahasiswa dalam bidang penalaran serta berkaitan dengan otonomi
daerah, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah merasa terpanggil untuk
menyelenggarakan fasilitasi Program Lomba Karya Tulis Inovatif
Mahasiswa (LKTIM). Kegiatan tersebut diharapkan dapat mewadahi
gagasan-gagasan kreatif dan inovatif mahasiswa dalam bentuk tulisan
ilmiah.
B. Maksud dan Tujuan
Program Lomba Karya Tulis Inovatif Mahasiswa (LKTIM) ini
dimaksudkan dapat mewadahi gagasan-gagasan kreatif dan inovatif
mahasiswa dalam bentuk tulisan ilmiah yang menunjang pembangunan
daerah menuju peningkatan daya saing bangsa. Program Lomba Karya
Tulis Inovatif Mahasiswa (LKTIM) ini bertujuan:
1. Mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah
dan mempresentasikan karya ilmiah.
89PANDUAN PROGRAM
LOMBA KARYA TULIS INOVATIF MAHASISWA
PROVINSI JAWA TENGAH
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN
Jalan Pemuda No. 134 Semarang
2009
882. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyampaikan ide
atau gagasan terhadap permasalahan sesuai dengan kompetensinya.
3. Meningkatkan kepekaan dan kontribusi pemikiran kritis dan inovatif.
C. Bidang Kajian
Kegiatan ini memfasilitasi kompetensi mahasiswa dalam bidang
penalaran di Perguruan Tinggi melalui Lomba Karya Tulis Inovatif
Mahasiswa (LKTIM). Lingkup bidang kajian Lomba Karya Tulis Inovatif
Mahasiswa (LKTIM) Provinsi Jawa Tengah yang mencakupi:
1. Pertanian, Perikanan dan Kelautan
2. Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan
3. Ekonomi, Bisnis dan Perbankan
4. Perindustrian dan Perdagangan
5. Olah Raga, Seni, Budaya dan Pariwisata
6. Pendidikan
7. Keagamaan
8. Sosial, Politik, Hukum dan HAM
9. Teknologi Informatika
10.Rekayasa
11.Material dan energi
12.Kesehatan
13.Lingkungan
14.Komunikasi dan Transportasi
15.Ketenagakerjaan
D. Luaran Program
Luaran program Lomba Karya Tulis Inovatif Mahasiswa (LKTIM) ini
berupa:
1. Karya tulis inovatif.
2. Mahasiswa yang kompeten dalam menulis karya tulis inovatif
3. Kemampuan mahasiswa dalam mempresentasikan karya tulis inovatif.
90BAB II
KETENTUAN PROGRAM
A. Nama Program
Nama program ini adalah Lomba Karya Tulis Inovatif Mahasiswa
(LKTIM) Provinsi Jawa Tengah.
B. Persyaratan
Untuk dapat mengikuti Lomba Karya Tulis Inovatif Mahasiswa
(LKTIM) Provinsi Jawa Tengah harus memenuhi syarat sebagai berikut
ini:
1. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif Diploma atau S-1 Perguruan Tinggi
di Jawa Tengah.
2. Peserta dapat perseorangan atau berkelompok 2-3 orang dalam satu
Perguruan Tinggi.
3. Seorang mahasiswa tidak diperkenankan merangkap sebagai ketua
penulis pada kelompok bidang yang lain
4. Seorang mahasiswa maksimal menjadi tim pada 2 kelompok bidang .
5. Setiap peserta/ kelompok dibimbing oleh seorang dosen pembimbing.
6. Setiap karya tulis ilmiah yang dikirim disahkan oleh Pimpinan
Perguruan Tinggi (Pembantu/Wakil Rektor/Direktur Bidang
Kemahasiswaan)
C. Proses Seleksi
Alur seleksi Lomba Karya Tulis Inovatif Mahasiswa (LKTIM)
sebagai berikut ini.
91 ALUR SELEKSI BATAS AKHIR
16 Juni 2009
TIDAK Minggu III
Juni 2009
TIDAK Minggu IV Juni
2009
Minggu III Agustus 2009
Minggu III Agustus 2009
92
PENGIRIMAN
NASKAH LKTIM
SELEKSI ADMINISTRASI
TOLAK
LULUS
SELEKSI NASKAH LKTIM TOLAK
LULUS
PRESENTASI NASKAH LKTIM
PENENTUAN
PEMENANG
LOMBAD. Kriteria Penilaian
Kriteria penilaian Lomba Karya Tulis Inovatif Mahasiswa (LKTIM) yaitu
sebagai berikut ini:
1. Penilaian terdiri atas dua aspek: 1) Naskah karya tulis dan 2)
presentasi karya tulis.
2. Penilaian ini dilakukan oleh Tim Juri yang ditetapkan oleh Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.
3. Naskah yang diterima sesuai batas waktu yang telah ditentukan akan
diseleksi dan ditetapkan untuk dipresentasikan di hadapan Tim Juri.
4. Peserta yang terseleksi akan diundang untuk mempresentasikan karya
tulisnya di hadapan Tim Juri.
5. Tim juri akan menetapkan pemenang berdasarkan hasil
penilaian naskah dan presentasi karya tulis ilmiah.
Kriteria penilaian naskah Lomba Karya Tulis Inovatif Mahasiswa
(LKTIM) mencakupi aspek:
No Kriteria Penilaian Parameter Penilaian
1 Format Karya Tulis
Tata tulis: ukuran kertas, kerapihan ketik, tata
letak, jumlah halaman.
Penyajian: sistematika tulisan, ragam bahasa
ilmiah, ketepatan dan kejelasan ungkapan,
2
Kreativitas dan Inovatif
Topik/Gagasan
Relevansi topik dengan tema
Keunikan dan Keaktualitasan
3
Kebermanfaatan/Kontribus
i
Nilai tambah keilmuwan
Nilai tambah kerjasama/pragmatis
Nilai tambah dalam pemecahan masalah
pembangunan daerah
4
Data dan Sumber
Informasi
Relevansi data dan informasi yang diacu
Keakuratan dan integritas data dan informasi
Kemampuan menghubungakan berbagai
data dan informasi
5
Pembahasan, simpulan,
serta Transfer Gagasan
Kemampuan menganalisis dan mensintesis
pembahasan serta merumuskan simpulan
Prediksi transfer gagasan dan proses adopsi
E. Jadwal Kegiatan
93 Jadual kegiatan Program Lomba Karya Tulis Inovatif Mahasiswa
(LKTIM) tahun 2009 dijadwalkan sebagai berikut ini.
No. Kegiatan Waktu Keterangan
01. Sosialisasi program Feb-Mei Pengumuman
02. Batas Penyerahan Naskah 16 Juni Cap Pos
03. Seleksi Administrasi III Juni Tim Review
04. Seleksi naskah LKTIM IV Juni Tim review
06. Presentasi naskah LKTIM dan
penentuan pemenang
III Agustus Tim Review
Keterangan: Angka romawi menunjukkan minggu ke-
F. Penghargaan
Pemenang akan mendapatkan piala, piagam penghargaan, serta
hadiah dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.
94G. Kriteria dan Format Penilaian
FORMAT PENILAIAN NASKAH LKTIM
Perguruan Tinggi : …………………………………………………………..
Fakultas/Program Studi : …………………………………………………………..
Judul Karya Tulis : …………………………………………………………..
Tim Lomba : …………………………………………………………..
1. Nama Ketua Tim Lomba : …………………………………………………………..
2. Anggota : …………………………………………………………..
Bidang Kajian : …………………………………………………………..
No Kriteria Penilaian
Parameter Penilaian Bobot
(%)
Skor Nilai
1 Format Karya Tulis
- Tata tulis: ukuran kertas, kerapihan
ketik, tata letak, jumlah halaman.
- Penyajian: sistematika tulisan,
ragam bahasa ilmiah, ketepatan dan
kejelasan ungkapan,
10
2
Kreativitas dan
Inovatif
Topik/Gagasan
- Relevansi topik dengan tema
- Keunikan dan Keaktualitasan
25
3
Kebermanfaatan/Ko
ntribusi
- Nilai tambah keilmuwan
- Nilai tambah bagi
kerjasama/pragmatis
- Nilai tambah dalam pemecahan
masalah pembangunan daerah
20
4
Data dan Sumber
Informasi
- Relevansi data dan infrormsi yang
diacu
- Keakuratan dan integritas data dan
informasi
- Kemampuan menghubungakan
berbagai data dan informasi
15
5
Pembahasan,
simpulan, serta
Transfer Gagasan
- Kemampuan Menganalisis dan
mensintesis pembahasan serta
merumuskan simpulan
- Prediksi transfer gagasan dan proses
adopsi
20
6. Keterkaitan Program Keterkaitan Proposal dengan program
Pembangunan Pendidikan Jawa Tengah
10
JUMLAH 100
- Setiap kriteria diberi skor : 1 (sangat kurang), 2 (kurang), 4 (baik) dan 5 (sangat baik)
- Minimal nilai total lulus : 350
Catatan Penilai : ……………………………………………………………………………
..............………………………………………………………………
Penilai,
...........................
95Nilai = Bobot x skor
*) Coret yang tidak perlu
FORMAT PENILAIAN PRESENTASI LKTM
Perguruan Tinggi : …………………………………………………………..
Fakultas/Program Studi : …………………………………………………………..
Judul Karya Tulis : …………………………………………………………..
Tim Lomba : …………………………………………………………..
1. Nama Ketua Tim Lomba : …………………………………………………………..
2. Anggota : ……………......................................................
Bidang Kajian …………………………………………………………..
No. Kriteria Penilaian
(KP)
Bobot
(B)
Skor
(S)
Nilai
(N)
1. Penyajian/Presentasi (maksimal 10 menit)
- Sistematikan Penyajian dan Isi
- Alat Bantu/Media Penyajian: OHP.
LCD, tape recorder dll.
- Penggunaan Ragam Bahasa Tutur
yang Baku
- Sikap/Cara Presentasi
- Ketepatan waktu
40
2. Tanya Jawab (maksimal 20 menit)
- Penguasaan materi
- Kebenaran dan Ketepatan Jawaban
- Sikap/Cara Menjawab
- Keterbukaan Peserta dalam Tanya
Jawab.
60
NILAI TOTAL 100
Catatan :
- Skor setiap kriteria : 1 (sangat kurang), 2 (kurang), 4 (baik) dan
5 (sangat baik)
- Minimal nilai total : 350
…………..,…………………………………
Juri,
…………………..
96FORMAT PENILAIAN AKHIR LKTIM
Perguruan Tinggi :
……………………………………………………………..
Fakultas/Program Studi :
…………………………………………………………………
Judul Karya Tulis :
…………………………………………………………………
Tim Lomba :
…………………………………………………………………
1. Nama Ketua Tim Lomba :
…………………………………………………………………
2. Anggota : ……………......................................................
Bidang Kajian :
…………………………………………………………………
No. Kriteria Penilaian
(KP)
Nilai
(N)
1. Nilai Naskah Karya Tulis LKTIM (60 %)
2. Nilai Presentasi LKTIM (40%)
NILAI TOTAL (100%)
………………,
………………………………
Juri,
………………………………………
…………
97BAB III
PENYUSUNAN NASKAH
LOMBA KARYA TULIS INOVATIF MAHASISWA
A. Pengiriman Naskah
1. Naskah ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia ragam ilmiah
yang berisi ide/gagasan bersifat inovatif produktif tidak harus sesuai
dengan bidang keilmuan penulisnya.
2. Naskah ditulis minimal 20 halaman dan maksimal 30 halaman (tidak
termasuk halaman judul, prakata, daftar isi, daftar tabel, Abstrak).
3. Naskah merupakan karya asli dan belum pernah dipublikasikan/
diikutsertakan dalam lomba lain.
4. Naskah diketik rapi pada kertas HVS kuarto dengan jarak 1,5 spasi,
font size 12, huruf Times New Roman Style, dengan batas pengetikan:
samping kiri 4 cm, samping kanan 3 cm, batas atas 4 cm dan batas
bawah 3 cm, batas pengetikan 2 cm pada bagian bawah.
5. Naskah dijilid bersampul biru muda yang pada sudut kanan atas
naskah ditulis bidang kajian yang diikuti.
6. Naskah rangkap 5 (lima) dapat dikirim langsung atau melalui pos ke
alamat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Up. KaBidang PNF-
PT Jalan Pemuda 134 Semarang Telepon/Faximili (024) 3520071
paling lambat 16 Juni 2009 (cap pos). Alamat pengiriman:
B. Sistematika Naskah Karya Tulis Inovatif Mahasiswa
Sistematika penulisan naskah Karya Tulis Inovatif Mahasiswa
sebagai berikut ini:
98
KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA
TENGAH
U.p. BIDANG PNF-PT
Jl. Pemuda Nomor 134 telp. (024) 3520071
Semarang Jawa Tengaha. Halaman judul
Halaman judul menyajikan: bidang kajian, logo Perguruan Tinggi,
judul, nama penulis, tujuan LKTIM, nama perguruan tinggi, kota, bulan
dan tahun.
b. Abstrak
Abstrak berisi uraian singkat karya tulis ilmiah yang meliputi: latar
belakang, tujuan, manfaat, metode penulisan, hasil dan saran yang
direkomendasikan. Abstrak ditulis 1 spasi, maksimal 300 kata.
c. Kata Pengantar.
d. Daftar isi.
e. Daftar lain (Jika ada. Misal: Daftar Tabel, Daftar Grafik, Daftar Gambar
dll)
f. Bab I Pendahuluan
Pendahuluan berisi: latar belakang, rumusan masalah, tujuan
penulisan, manfaat penulisan, sistematika penulisan.
g. Bab II Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka merupakan kerangka konseptual berisi
batasan/konsep/teori yang mendukung penulisan yang dapat diperoleh
dari jurnal penelitian, buku, atau sumber-sumber lainnya.
h. Bab III Metode Penulisan berisi
Metode penulisan menyajikan langkah-langkah/prosedur yang benar
yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah yang menguraikan
secara cermat cara/metode pengumpulan informasi dan atau data,
analisis informasi dan atau data, penarikan simpulan, serta
merumuskan saran. Metode penulisan dapat mencakupi: pendekatan
penulisan, sumber penulisan, sasaran penulisan, tahapan penulisan.
i. Bab IV Pembahasan
Uraian hasil kajian, temuan, ide pengembangan yang sesuai dengan
rumusan masalah dan tujuan.
j. Bab V Penutup
Penutup berisi simpulan dan saran yang direkomendasi.
k. Daftar Pustaka
Referensi/sumber acuan yang digunakan dalam karya tulis ilmiah.
l. Lampiran-lampiran
Biodata peserta terdiri atas: nama, tempat dan tanggal lahir, NIM,
jurusan/prodi/fakultas, perguruan tinggi, prestasi/penghargaan dalam
menulis. Foto kopi Kartu Mahasiswa/KTM yang masih berlaku.
Lampiran lain yang diperlukan.
99C. Sampul/Cover depan Naskah LKTIM
Sampul/Cover depan naskah LKIP yaitu biru muda yang dibuat
sebagai berikut ini.
100
LOGO
PERGURUAN TINGGI
………………JUDUL LKTIM………………
diajukan untuk mengikuti LKTIM bagi Mahasiswa
Provinsi Jawa Tengah
Tahun 2009
TIM :
........................
Dibiayai oleh Dinas Pendidikan
Provinsi Jawa Tengah
Tahun Anggaran 2009
UNIVERSITAS/INSTITUT/SEKOLAH
TINGGI/AKADEMI/POLITEKNIK
2009
Bidang KajianD. Halaman Pengesahan LKTIM
Halaman pengesahan dibuat sebagai berikut ini.
LEMBAR PENGESAHAN
LOMBA KARYA TULIS INOVATIF MAHASISWA
1. Judul Naskah : ……………………………………….
2. Bidang Kajian : ……………………………………….
3. Ketua Tim
a. Nama Lengkap : ……………………………………….
b. NIM/NRM : ……………………………………….
c. Jurusan/Fakultas : ………….…………………………….
d. Universitas/Institut/Politeknik : ……………………………………….
e. Alamat Rumah/Telepon/Faximili : ……………………………………….
f. e-mail : ………………………………………..
4. Anggota Tim : ………………………………….......
5. Dosen Pembimbing
a. Nama Lengkap dan Gelar : ……………………………………….
b. NIP : ……………………………………….
….……….., …………………..
Menyetujui:
Dosen Pembimbing, Ketua Tim,
………………………….. …………………………………
NIP.……………………. NIM/NRM …………………….
Mengetahui:
Pembantu/Wakil Rektor Bidang
Kemahasiswaan/Direktur Politeknik/
Ketua Sekolah Tinggi,
…….……. …………………………..
NIP ……………....…………………
101E. Abstrak
Abstrak dibuat sebagai berikut ini.
PEMANFAATAN LIMBAH SENGON
SEBAGAI BAHAN PEREDAM KEBISINGAN
Moh. Saefudin, Ikhsan Khakim
Dosen Pembimbing: Heri Yudiono, MT
Jurusan Xxx, Fakultas Xxx, Universitas Xxx, Kota
Abstrak
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
x
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
xx
Kata Kunci: Limbah sengon, peredam kebisingan, sel alternator
102
Muhammad Noor Ahsin
Mahasiswa Universitas Negeri Semarang
Cara-Cara Membuat Blog WordPress
Sebuah Tutorial Singkat dan Praktis untuk Belajar Cara Membuat Blog di Blogger dan Tutorial Belajar Cara Buat atau Bikin Blog WordPress !
Anda akan mendapatkan tutorial gratis untuk belajar cara membuat blog di Blogger.com dan buat blog WordPress melalui website BelajarMembuatBlog.com yang dipersembahkan oleh Kursus Online Blog Bisnis Internet
membuat blog
blog bisnis internet
membuat blog
I. Persiapan Membuat Blog
Saat ini memiliki sebuah blog bukan merupakan hal baru, dan hampir semua orang yang sering ber-internet sudah memiliki blog. Baik membuat blog dilayanan yang gratis seperti di blogger.com, wordpress.com, blogsome.com, dan layanan blog gratis lainnya maupun dengan menginstall blog pada domain dan hostingnya sendiri.
Dan bagi Anda yang saat ini belum memiliki blog, sudah saatnya Anda memiliki dan membuat sebuah blog, baik blog yang hanya dipergunakan sebagai website pribadi sampai membuat blog sebagai website bisnis.
Sebelum membuat sebuah blog, Anda bisa menentukan terlebih dahulu, Anda ingin membuat blog menggunakan layanan gratis atau menginstallnya pada domain dan hosting sendiri, yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Pilihannya adalah:
1. Anda membuat blog pada layanan gratis.
2. Anda membuat blog dengan domain dan hosting sendiri.
Bila Anda memutuskan membuat blog pada layanan yang gratis, pilihan terbaik adalah dengan membuat blog di blogger.com sedangkan bila membuat blog dengan domain dan hosting sendiri, Anda bisa menggunakan software blog wordpress.
Mengapa bila membuat blog pada layanan yang gratis, pilihannya jatuh ke blogger.com? Hal ini dikarenakan blogger.com dimiliki oleh Google.com, sehingga proses pengindexan blog di blogger.com lebih baik dan bisa mendatangkan traffic (kunjungan) dari search engine Google.com.
Malahan sering kali posisi blog yang menggunakan layanan blogger.com bisa menempati posisi lebih tinggi dibandingkan dengan posisi sebuah website biasa dengan domain dan hosting sendiri. Kekurangannya bila Anda membuat blog diblogger.com, Anda akan mendapatkan alamat website seperti domainanda.blogspot.com, memang alamat blog Anda akan menjadi lebih panjang.
Tetapi bila Anda mau mengeluarkan uang untuk pembelian domain dan hosting, Anda bisa menggunakan software blog wordpress yang bisa diinstall pada web hosting Anda sehingga Anda akan memiliki alamat website domainanda.com, lebih simpel. Dan blog wordpress menyediakan template tampilan website yang lebih menarik.
Proses pemilihan ini lebih dipengaruhi tujuan Anda membuat blog, bila hanya untuk berexpressi diri saja, Anda bisa menggunakan blog gratis di blogger.com, tetapi bila Anda ingin serius untuk membangun bisnis melalui blog dan membangun branding diri Anda, saya sarankan Anda membeli domain dan hosting, dan menginstall blog wordpress pada web hosting Anda.
Jadi kesimpulannya adalah
cara membuat blog Bila Menggunakan Blog pada layanan yang gratis, Anda pilih membuat blog di blooger.com
belajar wordpress Bila Menggunakan Domain dan Hosting sendiri, Anda pilih membuat blog menggunakan software blog wordpress
Pada tahap ini, putuskanlah Anda ingin membuat blog yang mana.
II. Panduan Membuat Blog...
II.1 Belajar Membuat Blog / Tutorial Blog di Blogger.com
Untuk belajar membuat blog di blogger.com, Anda bisa mempelajarinya melalui video yang dibuat oleh Suwandi Chow, yang juga bisa di tonton dibawah ini:
II.2 Belajar Buat Blog WordPress / Tutorial Wordpress
WordPress disamping menyediakan software blog gratis yang bisa diinstall di web hosting Anda, wordpress juga menyediakan layanan blog gratis di wordpress.com, tetapi bila Anda mau menggunakan layanan blog gratis, pilihan terbaik menggunakan blogger.com, dikarenakan membuat blog di blogger.com lebih mudah diindex dibandingan membuat blog pada layanan blog gratis lainnya.
Untuk membuat blog dengan menggunakan domain dan hosting, Anda perlu membeli domain dan hosting untuk blog Anda. Langkah-langkah yang perlu Anda lakukan adalah:
cara membuat blog Memilih Domain dan Hosting
membuat blog Membeli Paket Domain dan Hosting
belajar wordpress Menginstall software Blog Wordpress
II.2.1 Memilih Domain dan Hosting
Apa itu domain? Domain adalah sebuah nama yang digunakan sebagai alamat website Anda di internet. Setiap orang yang ingin membuka website Anda, ia harus mengetikkan nama domain Anda.
Anda bisa memilih nama domain apa saja asalkan masih tersedia. Pilihlah nama domain yang paling sesuai dengan tujuan Anda membuat blog. Untuk blog pribadi dan untuk membangun branding pribadi, Anda bisa membeli domain dengan nama Anda sendiri.
Selanjutnya apa itu hosting? Hosting adalah tempat Anda meletakkan file-file website Anda pada sebuah server yang terhubung dengan internet.
Untuk membeli domain dan hosting ini, bisa Anda lakukan dengan membelinya pada website yang menyediakan jasa registrasi domain dan penjualan hosting baik di Indonesia maupun diluar negeri. Bila Anda melakukan registrasi domain dan hosting di Indonesia, Anda bisa menggunakan domainhostingmurah.net.
membuat blog
Sedangkan bila Anda ingin membeli domain dan hosting di luar negeri bisa menggunakan Hostupon, dimana paket yang disediakan hostupon merupakan paket unlimited domain, unlimited bandwidth, unlimited database, sehingga Anda cukup membeli 1 paket web hosting untuk tempat hosting semua website-website Anda lainnya. Anda tidak perlu membeli paket hosting setiap kali Anda mau membuat website. Lebih hemat bila Anda berniat untuk membuat banyak website.
Dalam membeli paket hosting, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut:
1. Sistem Server yang digunakan, Linux Web Hosting atau Windows Web Hosting. Pemilihan ini akan berhubungan dengan software dan bahasa pemograman yang bisa digunakan. Anda bisa memilih Linux Web Hosting untuk penggunaan software blog wordpress.
2. Disk Space yang disediakan. Disk space adalah kapasitas yang diberikan untuk menyimpan file-file website Anda.
3. Bandwidth yang disediakan. Bandwidth adalah kapasitas akses perbulan yang diijinkan. Bila kapasitas akses perbulan sudah habis, maka website tidak bisa diakses sampai akhir bulan. Bandwidth akan direset setiap awal bulan. Setiap orang yang mengakses website Anda baik hanya membuka saja atau mendownload file website akan menghabiskan bandwidth.
4. Jumlah domain yang diperbolehkan untuk 1 paket web hosting. Tergantung paket hosting yang Anda beli. Untuk unlimited domain berarti Anda bisa menggunakan domain yang tidak terbatas untuk 1 paket web hosting.
5. Jumlah database yang diberikan. Anda perlu perhatikan juga, ada perusahaan hosting yang memberikan unlimited domain tetapi dengan jumlah database terbatas. Database ini digunakan bagi website yang memerlukan database untuk menyimpan data-data di websitenya. Sehingga bila jumlah database yang diberikan hanya 10, walaupun diberikan unlimited domain, berarti Anda hanya bisa membuat 10 website saja yang memiliki database.
II.2.2 Membeli Domain dan Hosting
Anda bisa membeli domain dan paket web hosting pada website berikut:
1. Untuk di Indonesia, Anda bisa membeli di domainhostingmurah.net yang merupakan website waralaba dari web hosting idwebhost. Pembelian melalui domainhostingmurah.net akan lebih murah sekitar 8-10% dibandingkan dengan pembelian langsung di idwebhost, sedangkan fasilitas dan support yang diberikan tetap sama yaitu dilakukan oleh idwebhost.
domain hosting murah
2. Untuk di luar negeri. Anda bisa membeli di hostupon, yang memberikan paket web hosting untuk unlimited domain, unlimited disk space, unlimited bandwidth, unlimited database. Anda pilih hostupon bila Anda memang akan membuat banyak website, sehingga Anda tidak perlu membeli paket hosting lagi.
unlimited hosting
II.2.3 Menginstall Blog WordPress
Setelah Anda membeli domain dan hosting, selanjutnya adalah menginstall blog wordpress. Langkah-langkah mudah menginstall blog wordpress adalah sebagai berikut:
1. Anda login pada cpanel hosting Anda. Alamat cpanel akan diberikan oleh web hosting Anda. Anda dapat mengaksesnya dengan mengetikkan domainanda.com/cpanel selanjutnya login menggunakan username dan password yang diberikan oleh web hosting Anda.
Selanjutnya setelah login, biasanya pada cpanel tersedia video tutorial untuk Anda belajar menggunakan fasilitas pada cpanel dengan baik. Anda pelajari melalui video tersebut bagaimana Anda bisa menggunakan fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh cpanel. Anda akan belajar banyak hal dari video tersebut.
membuat blog wordpress
2. Untuk menginstall blog wordpress, Anda bisa menggunakan icon fantastico. Untuk menginstall blog wordpress bisa dilakukan dengan cara manual atau dengan icon fantastico. Lebih baik dengan fantastico karena lebih mudah, hanya beberapa klik saja.
belajar wordpress
3. Pada menu fantastico, Anda pilih blog wordpress. Anda dapat melihat software website open source lainnya yang bisa Anda gunakan. Karena Anda ingin membuat website dengan blog maka Anda pilih blog WordPress.
membuat blog
4. Dilanjutkan dengan mengklik "New Installation".
cara membuat blog
5. Lalu isi data untuk proses penginstallan. Bila Anda ingin menginstall blog wordpress pada directory utama (langsung pada domainanda.com dan bukan merupakan sub domain contohnya domainanda.com/blog) maka kolom "install in directory" Anda kosongkan saja.
belajar membuat blog
6. Kemudian klik "finish installation".
tutorial blog wordpress
Hasilnya dapat Anda lihat:
contoh blog wordpress
Tampilan diatas merupakan tampilan standard dari blog wordpress. Anda bisa mengedit isi dan tampilan blog wordpress melalui halaman Admin Area dan mengganti tampilan menjadi lebih bagus dan professional.
Anda bisa login pada halaman Admin menggunakan username dan password yang Anda buat pada waktu melakukan proses penginstallan. Selanjutnya selamat berkreasi dengan Blog Wordpress Anda! Anda bisa pelajari cara mengganti tampilan blog pada materi download ebook belajar membuat blog yang diberikan dibawah ini.
Bagi Anda yang ingin mendownload materi website ini ke komputer Anda dalam ebook Belajar Membuat Blog
Anda bisa memasukkan Nama dan Alamat Email Anda pada form dibawah ini. Dan saya akan kirimkan link download ke email Anda langsung dan juga mengabari Anda untuk update dan informasi lainnya. Ebook tersebut gratis sebagai salam perkenalan dari saya.
Nama Anda:
Alamat Email:
Selamat Belajar Membuat Blog di Blogger.com dan Blog WordPress. Semoga Materi ini memberikan manfaat bagi Anda.
Muhammad Noor Ahsin
(Berbagai Sumber)
Copyright © BelajarMembuatBlog.com All rights reserved. Cara Membuat Blog, Membuat Blog, Bikin Blog, Tutorial Belajar WordPress
Langganan:
Postingan (Atom)