DEWASA ini, geliat perkembangan pers mahasiswa (persma), di tiap kampus mengalami dinamika yang menggairahkan. Hampir semua kampus telah memiliki lembaga pers yang dikelola oleh para mahasiswa sebagai media informasi, wahana pengembangan kreativitas, dan ajang pertukaran ide.
Dengan pers mahasiswa, beberapa informasi kegiatan, kebijakan kampus, opini mahasiswa, dan informasi lainnya dapat disajikan, baik dalam bentuk buletin, tabloid, ataupun majalah kampus. Menu informasi yang dibuat dan diolah oleh para awak media kampus tentunya dapat berkorelasi positif terhadap perkembangan dinamika bagi kebebasan berkreasi dan bersuara para mahasiswa untuk menunjang demokratisasi kampus.
Mendidik Pembaca
Fungsi persma atau bisa disebut pers kampus di antaranya adalah sebagai media informasi kampus dan alat pengontrol kebijakan publik. Selain itu, persma juga berfungsi menjadi corong bagi perjuangan gerakan mahasiswa melalui jalur tulisan, karena eksistensi persma diakui mampu memengaruhi opini publik.
Untuk itu, pers mahasiswa sudah semestinya dapat meningkatkan peran untuk ikut mendidik warga kampus, lewat berbagai tulisan yang kritis dari berbagai disiplin ilmu. Pers berbasis idealisme, seperti pers mahasiswa, misalnya, tidak saja menampilkan tulisan-tulisan ilmiah kaku yang tidak aplikatif, namun diharapkan juga dapat menyajikan pemikiran kritis segar, agar dapat menggugah kesadaran moral dan dapat mencerdaskan pembaca tidak hanya warga kampus, tapi juga masyarakat luas.
Rekonstruksi gerakan pers mahasiswa tersebut sudah semestinya menjadi perhatian bersama, agar ke depan persma lebih banyak berperan untuk turut mendidik masyarakat pembaca secala lebih luas.
Menilik ke belakang, dengan pers, para tokoh kemerdekaan Indonesia dahulu juga melakukan gerakan dan perjuangan melalui tulisan untuk memengaruhi publik dan mendidik masyarakat dalam upaya memperjuangkan cita-cita kemerdekaan. Walaupun tingkat pendidikan mayoritas rakyat saat perjuangan kemerdekaan Indonesia masih rendah, para tokoh pergerakan bangsa sangat sadar bahwa lembar pers bisa dijadikan medium mengampanyekan ide-ide nasionalisme, selain mimbar-mimbar persatuan. Dengan pers pula, pesan dan gagasan memiliki tingkat aksebilitas dengan cakupan luas, terutama di kancah internasional.
Sejarah perjuangan bangsa Indonesia memang tidak bisa dilepaskan dari gerakan pers para tokoh kemerdekaan bangsa. Dengan pers, para tokoh bangsa dahulu sangat getol menyuarakan gagasan, aspirasi, dan ide-ide tentang nasionalime serta perjuangan melawan penjajah.
Tesis bahwa bangunan kebangsaan kita didirikan dari tradisi pers bisa dilihat dari fakta sejarah bahwa nyaris seluruh tokoh kunci pergerakan kebangsaan dan nasionalisme adalah tokoh pers. Posisi para tokoh kunci pergerakan kebangsaan Indonesia, dalam struktur pers umumnya adalah pemimpin redaksi atau paling rendah adalah redaktur. Sebagai contoh, HOS Tjokroaminoto yang kita kenal sebagai salah satu ’’guru pergerakan’’ adalah Pemimpin Redaksi Oetoesan Hindia dan Sinar Djawa.
Tiga serangkai, Douwes Dekker, Ki Hajar Dewantara, dan Dr Tjipto Mangunkusumo menukangi De Express. Selain itu, ada nama Semaoen, diusianya 18 tahun sudah memimpin Sinar Djawa yang kemudian berubah menjadi Sinar Hindia.
Sebelum berkosentrasi mengurus dasar pendidikan, Ki Hajar Dewantara adalah Pemimpin Redaksi Persatoean Hindia dan bahu membahu bersuara dalam majalah Pemimpin. Adapaun Soekarno menjadi Pemimpin Redaksi Persatoean Indonesia dan Fikiran Ra’jat.
Setelah pulang dari Belanda dan menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Indonesia Merdeka dalam Perhimpunan Indonesia (PI), Mohmmad Hatta dan dibantu Sjahrir menakhodai Daulat Ra’jat. Bahkan Amir Sjarifuddin dalam Partindo menjadi Pemimpin Redaksi Banteng, serta masih banyak lagi (Taufik Rahzen, 2007).
Peran Penting Persma
Hal di atas merupakan sedikit kisah tentang gerakan pers para tokoh bangsa pada masa prakemerdekaan. Gerakan pers yang dilakukan para tokoh kemerdekaan zaman dulu dengan gerakan pers mahasiswa tentunya memiliki banyak perbedaan. Akan tetapi, keduanya tentu memiliki kesamaan, di antaranya untuk menginformasikan berita, alat kontrol publik, dan mendidik pembaca.
Fungsi mendidik pembaca sudah semestinya dijadikan spirit utama bagi gerakan Persma untuk lebih berperan dan berkontribusi secama luas. Dalam menyajikan tulisan, sisi kreativitas, dan daya inovasi awak persma sangat dibutuhkan dalam menentukan tema suguhan peristiwa agar menarik dan layak diinformasikan.
(dimuat di Koran Suara Merdeka hari Sabtu, 11 Juni 2011)
—Muhammad Noor Ahsin SPd, mantan aktivis pers mahasiswa di Tabloid Nuansa BP2M Unnes, pendidik dan peneliti sosial di Madrasah Aliyah NU TBS, Kudus.
From: Suara Merdeka
Jumat, 11 November 2011
Kamis, 05 Mei 2011
Pengaruh Internet dan IT Bagi Siswa
Bagi siswa di Kudus, kalau mengaku anak gaul tapi tidak bisa pakai internet atau tidak paham tentang IT jelas tidak bisa dikatakan gaul. Di zaman era digital ini rasanya tidak ada salahnya apabila penggunaan teknologi internet dan penguasaan IT menjadi kriteria siswa sadar teknologi, cerdas dan gaul.
Gaul tidak hanya untuk orang yang gila mode pakaian, punya motor bagus dan sebagainya. Di era digital zaman sekarang, Gaul yang cerdas dan mendidik dewasa ini kudu harus bisa internet dan paham teknologi informasi. SIswa yang paham internet dan bisa mengoperasikan teknologi tentu bolehlah kalau dikatakan sebagai siswa gaul. kita tahu bahwanologi internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.
Secara umum ada banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila seseorang mempunyai akses ke internet. Berikut ini sebagian dari apa yang tersedia di internet, pertama Informasi untuk pengetahuan dan ilmu pengetahuan tentang pendidikan, kesehatan, rekreasi, hobby, pengembangan pribadi, rohani, sosial dan sebagainya. Kedua Informasi untuk kehidupan profesional/pekerja :sains, teknologi, perdagangan, saham, komoditas, berita bisnis, asosiasi profesi, asosiasi bisnis, berbagai forum komunikasi.
Satu hal yang paling menarik ialah keanggotaan internet tidak mengenal batas negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor faktor lain yang biasanya dapat menghambat pertukaran pikiran. Internet adalah suatu komunitas dunia yang sifatnya sangat demokratis serta memiliki kode etik yang dihormati segenap anggotanya. Manfaat internet terutama diperoleh melalui kerjasama antar pribadi atau kelompok tanpa mengenal batas jarak dan waktu. Untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, sudah waktunya para profesional Indonesia memanfaatkan jaringan internet dan menjadi bagian dari masyarakat informasi dunia.
Teknologi Informasi
Di samping itu, siswa gaul juga mestinya sadar teknologi atau tau tentang TI. Teknologi informasi bagi siswa di sekolah merupakan penting. Siswa sekolah di Kudus mestinya sudah menjadi kebutuhan untuk tau akan teknologi informasi. Karena TI dapat bermanfaat yang banyak bagi peningkatan nilai dan menunjang hasil belajar mengajar siswa didik di sekolah.
Meskipun demikian, teknologi internet bak pisau bermata dua. Walaupun di satu sisi punya banyak dampak positifnya, tapi di sisi yang lain juga punya pengaruh efek negatifnya. Hal itu sangat tergantung dari pemakainya. Anggapan semakin banyaknya masyarakat yang cenderung menyalahgunakan kecangihan teknologi internet dengan melakukan akses situs-situs tertentu yang bernuansa pornografi, info kriminalitas, seks, serta gambar atau video tidak mendidik lainnya merupakan salah satu efek dari zaman globalisasi.
Penggunaan internet dan TI dapat bermanfat bagi siswa dan bisa mencerdaskan manakala informasi yang dibaca atau diunduh adalah informasi yang penting, mendidik dan dapat meningkatkan wawasan. Banyak segi positif yang didapat dari teknologi itu. Misalnya, sekarang ini orang berbisnis dan menawarkan barang bisa melalui internet. Berkirim informasi dan surat-suratan juga bisa melalui email dan sebagainya. Untuk itu, bagi siswa, manfaatkanlah teknologi internet untuk menunjang belajar dan meningkatkan potensi diri. Semoga para siswa menjadi lebih maju dan tidak gagap teknologi (gaptek).
Oleh Muhammad Noor Ahsin, S.Pd.
Peminat Kajian Teknologi,
Guru MA NU TBS Kudus
Selasa, 03 Mei 2011
Ngenet Sehat Bareng Kang Mus, Perlu Tindak Lanjut

Judul tersebut merupakan respon penulis berkaitan dengan gagasan nge-net sehat yang didengungkan oleh kang Mus (Sapaan akrab Bp. H. Musthofa Wardoyo) yang bekerja sama dengan mitra acara, diantaranya Speedy Telkom, Pemerintah Kabupaten Kudus, Jurusan sistem informasi UMK, Djarum Kudus, dan lain sebagainya.
Kegiatan nge-net sehat tersebut rencananya akan diadakan di alun-alun kota Kudus pada Ahad tanggal 8 Mei 2011. Kegiatan tersebut berencana untuk memecahkan rekor Muri yang ditargetkan akan dihadiri oleh 2.500 orang lebih. Program ini merupakan sebuah acara untuk memperingati hari pendidikan yang jatuh pada tanggal 2 Mei.
Dalam rangkaian acara tersebut, pihak panitia juga menyelengarakan pelatihan membuat blog gratis, lomba membuat blog bagi siswa sekolah dan guru. Lomba desain web, sms gateway dan sebagainya. Program kegiatan tersebut merupakan program bagus dan gagasan yang sangat kreatif.
Gagasan nge-net sehat bareng kang Mus untuk memperingati Hardiknas untuk memecahkan rekor MURI kiranya patut diapresiasi oleh banyak pihak. Program tersebut dapat menciptakan iklim yang kondusif berkaitan dengan masyarakat sadar teknologi dan menciptakan citra yang baik bagi kota Kudus di kalangan masyarakat.
Acara tersebut bisa juga digunakan momentum kota Kudus untuk menjadi kota cyber. Masyarakatnya melek teknologi, biasa menggunakan internet, dan tetap santun. Tentunnya masyarakat harus mendukung program tersebut. Para guru, siswa, pegawai, swasta dan masyarakat umum dapat turut hadir meramaikan acara tersebut.
Perlu Tindak Lanjut
Meski demikian, penulis berharap semoga nanti setelah acara nge-net bereng Kang Mus , pemerintah mempunyai follow up atau tindak lanjut yang jelas, dan terencana berkaitan dengan pengembangan kudus menjadi kota yang sadar teknologi informasi, makin modern, beradab dan juga beretika.
Hal itu menurut penulis kiranya sangatlah penting. jika kegiatan pengembangan masyarakat Kudus sadar teknologi semacam itu hanya menjadi agenda dan tidak ada tindak lanjut maka akan terasa acara itu hanya acara seremonial belaka. Semoga saja masukan-masukan ide kecil saya ini didengar oleh panitia penyelenggara dan juga pihak pemerintah kabupaten Kudus. Kita semua tentu berharap ke depan bahwa Kota Kudus yang terkenal sebagai Kota kretek, kota santri dan kota industri ini, kelak semisal diplanning dengan benar terarah dan terencana oleh stakeholder terkait mendapat pengakuan dari masayarakat luar sebagai Kota Cyber yang masyarakatnya sadar teknologi informasi dan melek teknologi. Semoga saja.
Oleh Muhammad Noor Ahsin, S.Pd.
Peminat Kajian Teknologi,
Pernah Menjadi Reporter di Tabloid Nuansa Semarang,
Guru MA NU TBS Kudus
Rezim Inovasi Teknologi dan Kesuksesan
Dewasa ini, orang yang bekerja di ranah teknologi sangatlah banyak. Mulai dari teknologi internet, otomotif, Handphone, printer, LCD, media teknologi pembelajaran sekolah dan sebagainya.
Hobi orang yang menyukai teknologi juga dapat menuntungkan dan bisa sukses. Karena orang hidup tentunya berharap menginginkan kesuksesan. Hidup bisa dikatakan merupakan sebuah pengorbanan meraih hasrat atau keinginan. Tanpa adanya keinginan atau cita-cita manusia tak akan bisa berkembang menjadi pribadi yang sukes. Cita-cita merupakan sebuah pemantik meraih tujuan yang ingin digapai manusia. Dengan kata lain, sebuah keinginan tanpa adanya tujuan yang jelas sungguh mustahil kita bisa meraihnya.
Pernyataan tersebut kiranya sangat beralasan. Kita tentu memahami, sebuah usaha merupakan jalan menuju sebuah tujuan atau keinginan hidup. Dengan kerja keras manusia bisa mendapatkan segala hal yang diimpikan sebelumnya. Banyak cara yang dilakukan orang menuju kesuksesan, entah itu sukses dunia maupun akhirat. Selama kita masih mempunyai mimpi dan keinginan yang kuat, cita-cita apapun pasti bisa diraih.
Untuk itu, mimpi, gagasan, cita-cita besar, dan imajinasi perlu dibangun di setiap jenjang pendidikan. Dalam dunia pendidikan, yang menjadi bahasan mendasar sekarang adalah, bagaimana dunia pendidikan Indonesia diharapkan tidak hanya mampu menciptakan lulusan yang cerdas IQ-nya saja tetapi juga cerdas dari sisi Emotional, Spiritual, dan Sosial Quotient-nya serta berdaya saing tinggi. Segala harapan dan impian besar tersebut bisa saja terwujud, asal ada keinginan, semangat yang tinggi untuk meraihnya, dan kerjasama berbagai pihak.
Dalam etika percaturan global, setiap individu dituntut untuk berkompetisi secara fair dalam mendapatkan apa yang diinginkan. Individu yang belum siap mengatur strategi tentu akan tersingkir di panggung kompetisi, baik tingkat lokal maupun global. Menurut Gary Hamel, Sesungguhnya kompetisi yang terjadi saat ini tidak lagi antarindividu atau antarbangsa melainkan antar rezim inovasi teknologi dan kreativitas.
Kreativitas dan Inovasi Teknologi
Memang tidak dapat dimungkiri bahwa bangsa-bangsa di dunia ini bergerak beriringan dalam pusaran inovasi. Entah itu inovasi budaya, pendidikan, ilmu pengetahuan, maupun teknologi komunikasi. Dengan inovasi manusia mampu melahirkan berbagai macam ide brilian dan kreativitas ke dalam ranah yang digeluti.
Kreativitas dan inovasi teknologi yang dilakukan oleh manusia merupakan sebuah laku intelektual dengan kecerdasan nalar manusia untuk menciptakan sebuah hal baru yang berguna bagi manusia. Dengan menciptakan ide atau inovasi yang bermanfaat kita tentu bisa dikatakan berguna. Dalam islam, sebaik-baiknya manusia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.
Oleh karena itu jadilah orang yang bermanfat bukan untuk diri kita tapi juga orang lain. Orang yang bermanfat tentu jaminannya adalah surga.
Untuk itu, kuasailah teknologi. Dengan teknologi dan inovasi, masyarakat indonesia semoga lebih maju dan berjaya. Penguasaan teknologi merupakan sebuah tantangan yang harus dijadikan prioritas pemerintah untuk kemajuan pendidikan dan kemajuan bangsa Indonesia.
(Tulisan di atas pernah dimuat di bulein El-Insyaet, terbit pada bulan Maret 2011)
Oleh Muhammad Noor Ahsin, S.Pd.
Guru MA NU TBS Kudus
Google Maps dan Manfaat Bagi Pembelajaraan

Kalau pada masa dahulu jika orang ingin mengetahui keberadaan keluarganya, tamannya, atau yang lain, mereka pergi ke dukun atau para normal untuk bertanya di mana keberadaan mereka. Tapi sekarang di masa modern saat ini kita bisa bertanya kepada Si Dukun yang amat terkenal di seluruh benua, beliau adalah Syeh Empu Google Maps. Demikianlah penulis menyebut sebutan program Google Maps dengan tambahan “Syeh”.
Memang diakui bahwa, fasilitas program internet, salah satunya Syeh Google Maps mempunyai manfaat yang banyak. Program tersebut dapat mengetahui keberaadaan letak rumah, orang, hewan dan lain sebagainya.
Bagi dunia pendidikan Syeh Goole mempunyai manfaat yang tidak sedikit. Mata pelajaran yang erat dengan pemanfaatan google map adalah pelajaran geoggrafi, sejarah sosial dan sebagainya. Dengan program tersebut siswa dapat mengatahui struktur bumi letak garis bujur, garis lintang dan sebagainya. Siswa juga dapat mengidentifikasi nama daerah, jalan, rumah, kota-kota di berbagai pelosok wilayah di belahan dunia mana pun.
Semisal di ruang kelas atau ruang multi media sekolah di Kudus ada komputer dan LCD yang tersebung internet, maka untuk pelajaran geoggrafi dan sebagainya ketika guru menjelaskan tentang daerah tempat sesuatu semisal menara kudus dilihat dari satelit, atau ke Mekkah, Kairo, London, Hawai, Bali dan sebagainya guru dapat langsung menunjukkan letaknya dengan bantuan program google maps.
Jika ini dipraktekkan, pembelajaran di kelas tentu akan lebih menarik. Ketika siswa tertarik dengan pembelajaran di kelas, tentu akan berbanding lurus dengan pemahaman siswa akan materi pelajaran yang disampaikan oleh Guru.
Pemahaman Guru Terhadap Teknologi
Hai itu dapat terwujud tentuntya harus ditunjang dengan peralatan Teknologi dan pemahaman guru di sekolah akan kemampuan penggunaan alat-alat teknologi pembelajaran. Jadi teknologi informasi dan internet merupakan suatu kebutuhan yang dirasa amat penting bagi dunia pendidikan di Indonesia.
Perlu diketahui bahwa pada program google Map versi sebelumnya hanya bisa melihat peta dalam model digital atau via satelit, tapi sekarang pengguna google maps juga bisa memantau lokasi teman secara real time. Bahkan sekaligus bisa berbagi status message layaknya chatting.
Demikianlah salah satu manfaat dari syeh google Maps. Di blog saya ini di bagian bawah juga saya fasilitasi dengan program google Maps. Pembaca dan pengunjung blog saya ini dapat menggunakan faslitas ini. Semoga aplikasi tersebut dapat bermanfaat. Untuk itu, Mengingat betapa pentingnya program tersebut bagi dunia pendidikan, guru dan siswa hendaknya terus belajar untuk memahami dan menerapkannya dalah menunjang pembelajaran di sekolah supaya pembelajaran lebih menarik.
Oleh Muhammad Noor Ahsin, S.Pd.
Penikmat dan Pengguna Teknologi,
Guru MA NU TBS Kudus
Senin, 02 Mei 2011
Menggagas Internet Masuk Desa di Kudus

Judul tersebut merupakan sebuah gagasan penulis yang pengen mewujudkan masyarakat Kudus sadar Teknologi, utamanya teknologi internet. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa internet banyak manfaatnya bagi masyarakat. di samping itu, teknologi internet seolah sudah menjadi kebudayaan dalam mengakses informasi di zaman globalisasi ini.
Penulis mempunyai ide membuat taman belajar di setiap kecamatan yang ada di kudus dan taman tersebut nanti di pasang hotspot untuk akses internet. Dalam taman itu dapat dijadikan sebagai media meningkatkan pengetahuan dan juga bisa sebagai sarana publik untuk bertukar informasi dan diskusi sambil mengakses internet.
hal ini penting, mengingat di Kota Kudus area hotspot untuk publik dan masyarakat kudus masih terbatas di sekitar alun-alun kudus dan tempat tertentu saja. bagi masyarakat di kecamatan Gebog, kaliwungu, undaan, Mejobo, Jekulo, Dawe dan lainnya yang punya laptop tapi tidak langganan internet jika pengen hotspotan ke alun-alun Kudus tempatnta sangat jauh.
Masalah inilah yang penulis tangkap ketikan berdiskusi dengan kawan saya dari desa menawan yang punya laptop tapi tidak bisa hospotan. meski punya laptop, kalu ingin browsing internet mesti kudu ke warnet. hal itu adalah salah satu keluhan yang dialami masyarakat berkaitan dengan area hospotan grati di kudus yang terbatas.
Untuk itu, kirannya pemerintah kudus memberikan perhatian pada keluhan ini. gagasan penulis supaya pemerintag membagun taman belajar di tiap kecamatan di Kota Kudus yang ada are hospotannya hendaknya supaya diperhatikan dan direalisasikan. Dengan begitu, harapan program internet masuk desan dan harapan meningkatkan masyarakat Kudus sadar teknologi sedikit demi sedikit dapat terwujud. Semoga.
Oleh Muhammad Noor Ahsin, S.Pd
Guru MA NU TBS Kudus
Langganan:
Postingan (Atom)